Thursday, February 12, 2015

Review Suzuki Address

Akhirnya blog ini saya hidupkan kembali, dengan bahasa origin, pastinya dengan mesin yang baru: Suzuki Address.

Sedikit foto-foto untuk perbandingan dengan mesin yang lama:

Kenapa saya memilih Suzuki Address, dan bukan Honda Vario atau Mio Blue Core yang barusan launching dengan mesin 125cc? Bukankah kalau Address mesinnya cuma 110cc? Berarti turun grade dong dari Kymco SR125 menjadi Address 110cc?

Jawabannya: “Who Care…!!!”

Lalu kenapa pilihnya Suzuki bukan Honda atau Yamaha?

Jawabannya: “Saya bukan merk minded, jadi selama saya suka, ya saya beli.”

Berikut poin utama yang menjadi pertimbangan memilih Suzuki Address:
  1. Kapasitas bagasi cukup besar
  2. Kapasitas tangki bahan bakar lumayan
  3. Ban mudah didapat
  4. Tidak terlalu banyak lekukan bodi
Hanya 4 alasan itu yang menjadi pertimbangan memilih Address. Aneh? Untuk mainstream, iya,

Saya bahas nomor 3.

Pengalaman buruk terakhir bulan Januari 2015 sewaktu SR harus mengganti ban depan ukuran 110/80-10, ternyata tidak ada supplier ban yg menjual ban ukuran itu lagi. Kontak orang gudang Cheng Shin (CST), katanya sudah lama tidak memasukkan ukuran itu lagi, yg masih dimasukkan adalah ukuran 120/70-10.
Saya tidak suka ban ukuran tersebut, karena ban ukuran 120/70-10, profilnya ceper; lebih parah timbang 100/90-10, bisa habis polisi tidur dihajar SR.

Minta tolong orang gudang untuk memilih yang kondisi nya masih cukup layak dipakai, akhirnya dapatlah 1 buah dengan kode produksi 2614, sisanya adalah tahun produksi 2012 dan karetnya sudah getas. Pilihan lain selain CST hanya Pirelli SL26 dengan harga 3x lipat CST dengan grip, handling dan umur keausan ban yang mirip. Corsa, tidak akan membuat ban ukuran 10”, karena menurut mereka pangsa pasar nya sedikit. Huh, sombong banget. Sedangkan Mizzle atau IRC juga sudah tidak produksi ukuran 110/80-10, mungkin karena demand-nya sedikit. Padahal menurut saya, ban ukuran 110/80-10 adalah ukuran paling baik, karena ukuran tersebut adalah ukuran paling tinggi, sehingga relatif lebih aman terhadap polisi tidur.

Berikut foto2 komparasi Suzuki Address vs Kymco SR






Persiapan Test Ride:
  1. Melepas semua stiker, kecuali emblem
  2. Tekanan udara ban depan: 29 psi
  3. Tekanan udara ban belakang: 33 psi
  4. Bahan bakar: Shell V-Power (RON 95) 3.5 liter

Kunci Kontak
Kunci kontak telah menggunakan magnet dengan tambahan fitur membuka jok dengan memutar kunci ke kiri dalam kondisi setang bebas.
Fitur ini meniru Kymco SR, akan tetapi Kymco SR jauh lebih lengkap untuk urusan fitur kunci kontak:
  1. Dapat membuka jok ketika setang terkunci atau terbuka
  2. Dapat membuka jok ketika mesin dalam keadaan menyala
  3. Standar tengah otomatis terkunci ketika setang terkunci, sehingga tidak perlu membeli kunci tambahan
  4. Dapat membuka tutup tangki bahan bakar
Jadi dari beberapa fitur yang sangat melimpah pada Kymco SR, Suzuki mencoba mengadopsi 1 fitur saja untuk Address.
Design kunci kontak sangat bagus, simple dan kompak, sehingga bagasi depan tidak dikorbankan dan tetap lega untuk menaruh botol minuman.


Starter
Putar kunci ke posisi ON, tarik handle rem, lalu tekan switch starter (prosedur standar mesin matik), dan voila!!! Mesin menyala tanpa harus memutar grip gas sedikitpun.
Satu hal yang saya tidak suka dengan system starter Address adalah, bunyinya seperti Honda Vario. Kasar!
Analisa sederhana saya, system starter ini akan bermasalah ketika kotor atau melewati banjir, berbeda dengan SR yang dirancang tidak akan bermasalah dalam kondisi apapun. Starter ini akan selip ketika one way starter-nya kotor, sehingga mau tidak mau harus menggunakan manual kick starter.

Panel Switch
Switch dapat diraih dengan mudah. Starter di kanan, klakson, sein dan lampu passing di kiri dengan posisi normal, yaitu sein di atas klakson.
Switch passing pun mudah ditekan untuk memperingatkan pengendara lain di depan, dan switch ini tidak seperti Yamaha yang hanya berbentuk tonjolan 1 cm saja.

Jok
Design jok datar dari depan hingga belakang, tidak seperti SR yang bertingkat, sehingga tidak ada gap antara rider dan yang dibonceng.
Kulit dan busa jok kaku, yang mengakibatkan jok terkesan keras (serasa duduk di atas papan).
Jika rider terbiasa mengendarai SR, maka jok Address terasa kurang lebar (jadi seperti nyelip di lubang pantat) terutama bagi yang dibonceng.


Panel Spidometer
Penataan panel spidometer cukup baik, akan tetapi perlu perbaikan dari sisi Watt lampunya; dimana menurut saya lampu panel spidometer kurang terang sehingga mengurangi eksotika design itu sendiri.
Dan pastinya saya sangat kehilangan 1 fitur spidometer Kymco SR yang tidak ada di Address, yaitu “Jam”. Fitur ini sangat membantu memperhitungkan waktu ketika saya bangun kesiangan dan harus mengejar waktu agar tidak terlambat sampai kantor.
Saran dari saya, lampu sein sebaiknya diposisikan agak ke atas agar mudah dilihat ketika saya lupa mematikan sein. Atau sebaiknya ditambah bunyi-bunyian pada flasher.


Spion
Ukuran spion Address menurut saya sedikit kurang besar, karena masih agak sulit untuk melihat kondisi lalu lintas di samping. Apabila ukuran spion diperbesar 3mm ke atas dan sisi luar, view kondisi lalu lintas di samping belakang akan menjadi lebih baik dan otomatis tingkat safety akan meningkat.


Satu hal yang saya suka dengan design spion Address adalah, terdapat lubang sekrup yang berguna untuk mengencangkan spion apabila spion telah menjadi kendor karena sering disetel atau disenggol orang lain.


Bagasi
Helm half face masuk dengan mudah dan masih menyisakan sekitar 8cm di belakang helm untuk meletakkan jas hujan, dan tools (obeng dan kunci busi). Untuk helm full face, Suzuki meng-klaim dapat masuk, dan memang setelah saya coba dengan helm NHK GP-1000, helm ini dapat masuk, tetapi jok tidak dapat ditutup…
Atau jika saya mencoba meletakkan helm di helmet hanger, ukurannya terlalu besar, sehingga tidak dapat masuk ke dalam ring helm half face GM saya.


Hanger/Gantungan Barang
Ini bagian yang saya tidak suka, dimana ketika saya menggantung helm half face, ternyata jarak dek tidak cukup untuk meletakkan helm, sehingga helm harus diposisikan agak ke kiri atau ke kanan jok. Bahkan ketika saya mencoba meletakkan 2 buah helm half face, hanger terasa kurang tinggi sehingga meningkatkan resiko helm jatuh tersenggol

Klakson
Posisi klakson diletakkan di belakang roda depan. Menurut saya sangat tidak bagus, karena mudah kotor terkena cipratan air, sehingga mempengaruhi kualitas suara yang dihasilkan. Jeleknya lagi, suara klakson Address kecil banget, jauh kalau dibandingkan dengan SR, padahal masih sama-sama standard klakson-nya.


Behel Belakang
Design behel sangat bagus, menyatu dengan keseluruhan garis bodi. Akan tetapi jarak antara behel dengan bodi terlalu rapat, sehingga akan menyulitkan ketika proses mencuci, bahkan mungkin akan menyebabkan baret pada bodi ketika akan dicuci atau motor digeser oleh orang lain.




Ergonomi
Posisi duduk Address sangat pas apabila rider duduk tegak (baik posisi kaki, lengan dan sudut pandang), jika tidak, akan menjadi kurang nyaman. Tetapi apabila duduk tegak, serasa kita yang paling jangkung diantara rider lainnya. Ergonomi Address terbantu dengan design dek yang cukup panjang ke depan, sehingga posisi kaki bisa sedikit selonjor. Bahkan ketika motor berhenti, kaki dapat menjejak sempurna tanpa tertahan oleh dek.
Tetapi foot step yang dibonceng, kurang nyaman ketika kondisi jalan basah akibat hujan atau genangan, cipratan air akan langsung mengenai kaki. Mungkin sebaiknya ini dipikirkan oleh Suzuki.

Standar
Standar tengah posisi nya agak mudur, dan ini memudahkan ketika menurunkan motor dari posisi ter-standard. Akan tetapi ketika akan men-standard tengahkan motor, akan sedikit sulit, tetapi karena bobot Address cukup ringan, maka tidak akan terasa berat. Cukup mengatur posisi tubuh agak ke depan, dan injak dengan kaki kanan.
Untuk standard samping belum ada Side Stand Switch, dan menurut saya itu adalah fitur sampah. Karena saya tidak pernah menggunakan standard samping; standard samping itu hanya untuk pemalas saja. Membuat rangka menjadi bengkok, dan makin lama motor semakin miring.

Handling
Ban menggunakan IRC 80/90-14(FR) dan 90/90-14(RR) TubeType dengan ukuran velg 1.60-14 (FR) dan 1.85-14 (RR).Ukuran ban sebesar ini, seharusnya pabrikan Suzuki memasang velg ukuran 1.85-14 (FR) dan 2.15-14 (RR), akibatnya profil ban akan membulat, dan ini kurang safety apabila ban yang digunakan adalah tipe Tubeless, karena bibir side wall kurang mencengkeram velg (bibir side wall akan miring yang seharusnya adalah tegak).
Untungnya Suzuki memasang ban TubeType, sehingga tidak terlalu bermasalah dengan bibir side wall. Dan rebound terhadap kondisi jalan yang kurang rata pun akan tereduksi lebih baik timbang Tubeless yang memiliki side wall sangat kaku.
Setelah proses break-in ban sejauh 20 km, baru saya bisa nilai karakter handling Address sesungguhnya.
Address sangat lincah untuk diajak slalom, akan tetapi perlu perhatikan juga kalau setang sedikit agak berat ketika dibelokkan. Dan ini sangat bagus untuk kecepatan tinggi.
Baik kecepatan rendah maupun tinggi, karakter handling tidak banyak berubah.

Suspensi
Suspensi depan agak keras, akan tetapi suspensi belakang agak empuk. Apabila berkendara berdua, maka karakter suspensi belakang akan menjadi sangat empuk. Melewati jalan tidak rata, suspensi Address sangat baik di dalam merespon perubahan kontur jalan.

Rem
Rem depan menggunakan single Piston dan belakang Drum dengan bahan dasar Asbestos. Jenis kampas ini tidak saya suka, karena akan merusak disc dan drum. Dan jika diganti dengan tipe Keramik atau Sintered, tidak ada 1 pun yang menjual untuk bentuk dan ukuran itu disini.
Setelah Address digunakan sejauh 50km, rem depan masih blong, sedangkan rem belakang sudah membaik. Berbeda dengan Kymco, kemampuan rem jauh diatas Suzuki, bahkan mungkin merk-merk Jepang yang ada di Indonesia.
Sebab rata2 motor merk Jepang tidak ada yang pakem remnya (mungkin ini ciri khas motor merk Jepang).


Lampu
Ini bagian penting, karena menyangkut safety.
Address menggunakan lampu 32W dengan design reflector agak kecil tetapi memanjang ke depan, sehingga membuat lampu Address jauh lebih focus dan terang timbang Kymco. Hanya tipe tertentu Kymco saja yang terang, sisanya tidak jelas apakah lampu sudah menyala atau belum.

Mesin
Suara mesin sangat halus, dan ini mengakibatkan suara knalpot seperti banci (halus sekali), bahkan ketika kecepatan mencapai 60kmh suara mesin dan knalpot masih terlalu halus. Akan tetapi getaran mulai muncul di kecepatan 60kmh.
Satu hal yang membuat Suzuki keluar dari mainstream adalah, volume oli mesin yang hanya sebanyak 650ml untuk penggantian reguler dan 700ml ketika filter oli diganti. Rata-rata mesin merk lain volume oli-nya adalah 800ml, dan ini membuat kinerja mesin Address lebih ringan yang berdampak pada efisiensi bahan bahan bakar yang lebih baik.
Torsi Address terasa lembut, karena tidak terasa lonjakan tenaga ketika start. Begitupun halnya dengan Power; lembut sejak putaran bawah menuju peak. Tidak akan terasa kalau speed ternyata sudah menyentuh 80kmh, yang membuat saya sadar adalah vibrasi di kaca spion.
Berbeda dengan SR, yang Power dan Torsi padat dari putaran bawah sampai atas, bahkan hingga peak power. Dan semakin tinggi kecepatan, semakin rendah vibrasi pada SR, sehingga spion pun tidak bergetar yang tetap memudahkan kita untuk melihat objek yang ada di samping belakang kita.

Konsumsi bahan bakar
Setelah mencapai jarak 90km, saya melirik panel bahan bakar. Jarum menunjukkan posisi setengah lebih. Jadi kira2 saya menghabiskan bahan bakar sebanyak 1.5Liter. Perhitungan kasar, konsumsi bahan bakar Address adalah 90km / 1.5Liter = 60 km/Liter.

Stiker bodi saya lepas semua agar memudahkan saya ketika melakukan proses Detailing/Polish/Wax. Pengalaman saya, stiker bodi justru membuat residu wax sulit dibersihkan di sekeliling stiker sehingga proses Detailing akan memakan waktu lebih lama.

Itulah review saya terhadap Suzuki Address.